Custom Search

Absenteeism Feedback Intervention (AFI) untuk Mengurangi Perilaku Membolos Kerja

Absenteeism Feedback Intervention (AFI) untuk Mengurangi Perilaku Membolos Kerja
 
 
Perilaku membolos kerja merupakan sebuah problem serius yang terjadi dalam organisasi (Goodman & Atkin, 1984), sementara beberapa penulis telah mengkritik kegagalan dari penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan metode yang dapat mengurangi perilaku membolos kerja tersebut (Dalton & Mesch, 1991).
 
Salah satu penelitian yang menarik untuk mengurangi perilaku membolos kerja ini adalah metode pelatihan manajemen diri untuk meningkatkan kehadiran dalam kerja (Frayne & Latham, 1987; Latham & Frayne, 1989). Meskipun tingkat efektivitas metode ini cukup baik (menurut hasil yang sudah ada), di sisi lain ternyata metode ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sehingga beberapa peneliti mencoba melakukan metode yang lain melalui sejumlah penelitian.
 
Dalam penelitian ini, Gaudine & Saks (1996) mencoba menerapkan metode Absenteeism Feedback Intervention (AFI) untuk mengurangi perilaku membolos kerja. Cara yang dipakai adalah memberikan feedback kepada pekerja yang menjadi sampel. Sampel pekerja diambil dari sebuah klinik dan dibagi menjadi beberapa kelompok sampel (lebih jelasnya ada dalam jurnal). Feedback yang diberikan berupa surat yang berisi laporan seberapa banyak mereka membolos kerja dalam satu periode sampel (periode sampel adalah rentang waktu saat presensi mereka dicatat). Pemberian surat ini dilakukan 3 kali, yaitu : awal Januari 1996, awal Mei 1996, dan awal September 1996. Perlu diketahui, bahwa pemberian surat ini tidak disertai ancaman atau hukuman bagi mereka yang membolos, namun hanya sekedar catatan/rekaman presensi mereka selama bekerja agar mereka mengetahui seberapa sering mereka membolos.
 
Sampel pekerja yang diambil merupakan gabungan dari pekerja yang rajin dan pekerja yang kerap membolos. Surat dikirimkan kepada semua pekerja, kemudian keesokan harinya setelah pekerja menerima surat pertama, muncul reaksi dari para pekerja yang rajin. Mereka dengan bangga menunjukkan surat tersebut kepada rekan kerjanya, sementara para pekerja yang kerap membolos berperilaku seolah-olah mereka tidak pernah menerima surat semacam itu.
 
Di akhir periode ketiga, setelah surat ketiga diberikan, data-data yang ada dianalisis menggunakan ANCOVA, dan didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa perilaku membolos para pekerja mengalami pengurangan/penurunan yang signifikan sesudah surat kedua diberikan (jadi saat pemberian surat ketiga, perilaku membolos para pekerja sudah berkurang).
 
Kesimpulan yang bisa diambil, intervensi yang dilakukan peneliti ternyata dapat mengurangi perilaku membolos para pekerja tanpa menggunakan efek jera yang berlebihan, sehingga tidak timbul reaksi yang ekstrim dari pekerja yang menjadi sampel.

Komentar saya :
" Menurut saya, penelitian di atas rasanya patut dicoba dan diterapkan di lingkungan kita. Metode ini relatif murah dan mudah diterapkan, meskipun hasil yang kita dapatkan belum tentu sama, karena penelitian ini berbasis di Kanada. Namun saya rasa tidak ada ruginya untuk kita coba terapkan."

Sumber :
Journal of Organizational Behaviour.22, 15-29 (2001).

Disampaikan oleh :
Don Baskara-PS/05019
http://forum.psikologi.ugm.ac.id/index.php?topic=69.0

No comments:

Post a Comment

Custom Search